Apakah sikap Apatis terhadap penyakit aids/hiv karena tidak tahu? atau tidak mau tahu?
Selamat jalan untuk inga eti (beserta bayi 3bulan), mba ari (beserta bayi 10 bulan), kak lulu, bang wawut. Penderitaanmu selama ini menahan sakit telah sembuh untuk selamanya …
Fakta :
- Kebiasaan buruk mereka yang pernah diketahui antara lain, pernah menggunakan obat-obatan terlarang yang menggunakan alat suntik, dugem
- Ingga sakit-sakitan sekitar 4 tahun, diketahui positif aids hanya 2 hari sebelum meninggal
- lulu, wawut, mba ari hingga saat ini tidak ada kabar mengenai penyebab meninggal,atau sengaja ditutupi?
- Kemungkinan besar menyebar melalui alat suntik yang dipakai bersama-sama.
- Berturut-turut … lulu, wawut, mba ari(sept 2007), inga eti(okt 2007)
- 2 bayi yang tidak berdosa turut menanggung derita
- Para medis sangat lambat sekali dalam memberi kesimpulan penyebab sakit yang berkepanjangan
- Dukun mencoba mengais rejeki disaat mental/kepercayaan untuk sembuh berada pada titik yang paling rendah. Dukun sok tau dan membuat keadaan semakin kacau, sayangnya masih ada yg percaya dengan sebutan dukun
sialan
Fakta diatas hanya salah satu dari banyaknya kasus hiv/aids , sebaiknya jangan anda tambah lagi !!! Stop free sex and say no to drugs …
Apakah HIV?
HIV merupakan singkatan dari ‘human immunodeficiency virus‘. HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.
Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit- penyakit. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai “infeksi oportunistik” karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Apakah AIDS?
AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome‘ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.
Apakah gejala-gejala HIV?
Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tidak ada gejala yang tampak segera setelah terjadi infeksi awal. Beberapa orang mengalami gangguan kelenjar yang menimbulkan efek seperti deman (disertai panas tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi, dan pembengkakan pada limpa), yang dapat terjadi pada saat seroconversion. Seroconversion adalah pembentukan antibodi akibat HIV yang biasanya terjadi antara enam minggu dan tiga bulan setelah terjadinya infeksi.
Kendatipun infeksi HIV tidak disertai gejala awal, seseorang yang terinfeksi HIV sangat mudah menularkan virus tersebut kepada orang lain. Satu-satunya cara untuk menentukan apakah HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah melalui tes HIV.
Infeksi HIV menyebabkan penurunan dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi penyakit dan dapat menyebabkan berkembangnya AIDS.
Kapankah seorang terkena AIDS?
Istilah AIDS dipergunakan untuk tahap- tahap infeksi HIV yang paling lanjut.
Sebagian besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan, akan menunjukkan tanda-tanda AIDS dalam waktu 8-10 tahun. AIDS diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang dikelompokkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) sebagai berikut:
- Tahap I penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai AIDS.
- Tahap II (meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernafasan bagian atas yang tak sembuh- sembuh)
- Tahap III (meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru), atau
- Tahap IV (meliputi Toksoplasmosis pada otak, Kandidiasis pada saluran tenggorokan (oesophagus), saluran pernafasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru dan Sarkoma Kaposi). Penyakit HIV digunakan sebagai indikator AIDS.
Sebagian besar keadaan ini merupakan infeksi oportunistik yang apabila diderita oleh orang yang sehat, dapat diobati.
Seberapa cepat HIV bisa berkembang menjadi AIDS?
Lamanya dapat bervariasi dari satu individu dengan individu yang lain. Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama. Terapi antiretroviral dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam tubuh yang terinfeksi.
Sumber artikel : Komisi Penaggulangan AIDS Indonesia
Popularity: 45% [?]






{ 1 comment… read it below or add one }
Hmm… mengerikan juga, tapi kenapa disini tidak ditulisa penyebab-penyebab terjangkitnya penyakit tersebut (like berhub enak). paling tidak orang yang tidak tahu atau baru tahu (sperti saya) bisa menghindari sedini mungkin, bahkan mencegahnya.
Leave a Comment